-klik disini-

Senin, 30 Januari 2012

Kekuatan otot leher dan tengkuk bayi

-wanita-istricantik.com-Angkat Kepalamu, Nak!
Kekuatan otot leher dan tengkuk bayi tidak berkembang secara tiba-tiba. Sikap dan cara menggendong serta “latihan” yang tepat membantu menstimulasi otot leher.

Lihatlah dia! Si kecil yang baru lahir itu begitu ringan dan tak berdaya saat digendong untuk pertama kalinya. Ya, kemampuannya yang terbatas memang menuntut orang sekeliling, terutama ayah dan bundanya, untuk membantunya mempersiapkan otot-otot penggerak dan penopang kepalanya agar kuat dan mantap. Meski perlu kehati-hatian dan kecermatan, namun para ahli menyarankan orang tua untuk mencoba melakukan latihan sederhana sejak minggu-minggu pertama kehidupan si kecil.

Melawan gaya gravitasi

Sejalan dengan waktu, ada semacam dorongan dari dalam diri si kecil untuk mengangkat kepala dan melayangkan pandangan ke sekelilingnya. Dorongan dan naluri alami ini didukung oleh tubuh bayi, meski masih tertatih-tatih.

Apa sih , hal terberat bagi bayi untuk menopang kepalanya? Jawabannya adalah otot leher serta tengkuk bayi yang masih terlalu lemah untuk melawan gaya gravitasi bumi. Ya, gaya tarik bumi inilah yang menyebabkan semua benda di atas bumi tidak melayang di udara.

Sebenarnya, secara alami bayi baru lahir telah dibekali kemampuan untuk bertahan hidup. Sebab, di situasi darurat, bayi baru lahir ternyata mampu mengangkat kepalanya beberapa milimeter. “Refleks ini antara lain muncul saat ia kesulitan bernapas atau terpaksa harus memutar tubuhnya ke samping,” demikian ulas para ahli di Jerman. Namun, dalam situasi biasa, tentu saja bayi masih membutuhkan uluran tangan ayah dan ibunya.

Si satu bulan, misalnya, si kecil membutuhkan penopang 2 atau 3 jari ayah atau ibu, saat hendak dimandikan, digantikan pakaiannya, atau saat hendak dipindahkan. Selain itu, ia perlu lengan dan tangan penopang yang rata dan mantap, sehingga merasa aman dan terlindung.

Otot perlu exercise

Meskipun tampak masih lemah, si kecil ternyata tak serapuh dugaan Anda. Itu sebabnya, para ahli seperti Verena Schaaf , menyarankan orang tua untuk tidak ragu mulai memberi “latihan-latihan” pada buah hatinya.

“Sebagian besar orang tua bersikap terlalu hati-hati dan kurang sekali mendorong bayi mereka untuk berani mencoba dan berlatih. Padahal, justru dengan berani bereksperimen, secara tidak langsung orang tua menanamkan keberanian kepada bayi untuk mengeksplorasi kemampuan tubuhnya sendiri,” ujar Schaaf, pelatih senam sebagai terapi untuk bayi dan balita asal Jerman ini.

Setelah melalui minggu-minggu pertamanya, posisi atau kedudukan kepala bayi baru lahir terhadap tubuhnya bisa menjadi obyek penting dalam “latihan”. Penting diingat, lakukan “latihan” sesuai usia dan kemampuan bayi.

Berikut beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan bagi Anda untuk melakukan “latihan” menguatkan otot leher bayi.

• Salah satu cara praktis melakukan latihan awal adalah dengan menggendong bayi secara tengkurap ( gambar 5 ). Biarkan tumpuan tubuh si kecil dititikberatkan pada perut mungilnya, dan lengan bawah Anda menjadi penahan tubuh atas serta kepala. Tangan Anda yang lain menopang tubuh bagian bawah.

• Beri kesempatan si 2 bulan untuk mulai mengangkat kepalanya sendiri. Meski belum mantap, Anda dapat memberi sedikit uluran tangan tanpa menghambat upaya si kecil mengembangkan kemahirannya sendiri.

• Si 2,5 bulan sudah dapat Anda biarkan bermain sendiri sambil melatih otot leher. Letakkan si kecil dalam posisi tengkurap di atas selimut lembut atau alas mainnya. Tarik perhatiannya dengan menempatkan mainan berwarna-warni dalam jangkauan pandangan matanya. Dorongan untuk mengeksplorasi obyek yang menarik itu akan melatih kekuatan otot-ototnya untuk menopang kepalanya.

• Si 3 bulan sudah dapat mengangkat kepalanya dengan lebih mantap saat berada dalam posisi tengkurap.

• Di usia 4 bulan, bayi sudah dapat “melawan” gaya tarik bumi dengan kekuatan yang kokoh. Bahkan, ia mulai dapat menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan saat berada dalam posisi tengkurap, tanpa perlu dibantu.

Kadang butuh bantuan

Umumnya, si 4 bulan sudah mahir mengangkat kepalanya dalam posisi tengkurap. Bila ada bayi yang mengalami keterlambatan, bisa jadi penyebabnya karena ia kurang “latihan”. Atau, keterampilannya baru terasah untuk menggerakkan tubuh dan kepala ke satu sisi saja, sehingga tumpuan beban hanya terletak pada satu sisi otot leher. Bila kondisi ini tidak segera memperoleh bantuan, si kecil akan kesulitan membalik badannya sendiri, dari posisi berbaring ke posisi tengkurap, dan sebaliknya.

Nah, sebelum terlambat, orang tua dapat melakukan hal-hal berikut di rumah secara teratur.

• Cobalah angkat si kecil untuk kemudian digendong dari sisi otot leher yang kurang terlatih. Cara ini membuat bayi terpancing untuk mengarahkan kepala ke sisi yang kurang terlatih tersebut.

• Beri mainan atraktif di sisi terlemahnya, agar ia tertarik dan menengok ke arah itu. Biarkan beberapa menit. Bila telah lelah, biarkan si kecil beristirahat.

Tentu saja, latihan memutar kepala ini perlu dilakukan berulang-ulang. Namun, jika cara ini tidak juga berhasil, konsultasikan segera dengan dokter. Penanganan dini menghindarkan si kecil dari keterlambatan perkembangan yang serius.