Wanita Pemberontak Dalam Sorotan Media Kafir


Dalam beberapa bulan terakhir, headline media barat memfokuskan pada berbagai perang, pemberontakan, dan revolusi bermunculan di seluruh dunia. Sebuah tren nyata dalam cakupan adalah perhatian berlebihan diberikan kepada prajurit perempuan yang berpartisipasi dalam konflik tersebut- dari Ukraina pro-Rusia hingga perjuangan Kurdi memerangi Negara Islam Irak dan Levant (Isil).

Mengapa obsesi dengan tentara wanita? Pembacaan menyeluruh dari banyak artikel tidak menemukan sudut, atau indikasi bahwa media mainstream mungkin menggunakan perempuan sebagai cara untuk mencapai pembaca yang lebih luas. Juga tidak nampak dimaksudkan untuk meyakinkan masyarakat tentang kebenaran tertentu, atau sebagai cara untuk menunjukkan "progresifitas" dari kelompok bersenjata tertentu untuk melibatkan perempuan.

Mengapa, kemudian, banyaknya berita yang menekankan ke-wanita-an para pejuang yang terlibat?

Sebagai contoh, sebuah artikel berjudul Independent "wanita etnis kurdi pembom bunuh diri menyerang Isis dalam perjuangan untuk merebut kota Kobane" tidak membuat referensi apapun mengenai kelompok perempuan di kobane, tapi memilih untuk menyoroti jenis kelamin pelaku bom bunuh diri pada judul artikel berita. The Telegraph pun menerbitkan judul sama: "Kurdish fighter wanita dalam serangan bunuh diri terhadap Isil tengah berjuang untuk kota di Suriah", namun hanya membuat acuan tentang ke-perempuan-an bomber.

Kedua artikel itu menekankan perihal seorang wanita terlibat dalam serangan bunuh diri dalam konflik ini. Dengan mengatakan bahwa, sedikit perhatian tentang akurasi kebenaran berita , sehingga membuatnya mudah untuk memberitakan tentang seorang individu yang selalu disebut sebagai "wanita pembom bunuh diri" bukannya "pelaku bom bunuh diri".

Comments