Nonton Pertandingan Voli, Wanita Inggris Dipenjara Di Iran

Seorang wanita Inggris keturunan Iran dipenjara di Iran selama lebih dari tiga bulan karena dinyatakan bersalah setelah secara sengaja berani melanggar hukum kafir syah iran yakni menonton pertandingan voli putra 

Ghoncheh Ghavami, 25, telah ditahan di penjara Evin di Teheran selama lebih dari 100 hari setelah menonton pertandingan voli putra antara Iran dan Italia.

Ibu Ghavami, Sousan Moshtaghian, mengatakan dalam pesan Facebook bahwa putrinya telah melakukan mogok makan sejak Rabu.

"Akhirnya kemarin aku melihat Ghoncheh . Dia bilang dia tidak bisa lagi mentolerir kondisinya dan dengan demikian telah memutuskan untuk terus mogok makan, "tulis Moshtaghian.

"Dia mengatakan bahwa dia muak dengan 100 hari ketidakpastian ini. Sudah beberapa kali dia di interogasi tapi penahanannya tak kunjung berakhir. dia dilarang menerima kunjungan selama 19 hari. "

ibunya menambahkan, bahwa dia juga akan terus mogok makan. "Ya Tuhan, Anda adalah saksi bagaimana aku terus puasa selama 82 hari hingga putri saya datang kembali ke rumah dengan selamat," kata Moshtaghian. "

Ghavami ditangkap karena mencoba masuk stadion. Dia kemudian ditangkap lagi hari kemudian ketika ia mencoba untuk mengambil kembali barang-barangnya yang disita dari kantor polisi.

Dalam Hukum Kafir Syah, Perempuan dilarang menghadiri pertandingan bola voli pria di stadion Iran sejak 2012 "Para pejabat sering menyatakan bahwa larangan tersebut adalah untuk kepentingan mereka sendiri karena mereka membutuhkan perlindungan dari perilaku cabul fans laki-laki," Amnesty International menjelaskan dalam sebuah pernyataan.

pada 23 September, ia secara resmi didakwa dengan "propaganda melawan rezim," lapor Guardian. Kasusnya diharapkan akan didengar oleh pengadilan revolusioner Teheran, 

Comments