Tentara Perancis Perkosa Ribuan Muslimah Kongo

 Tentara prancis didakwa telah melakukan kejahatan perang  di Republik Afrika Tengah, atas kasus pelecehan seksual terhadap ribuan anak anak muslimah, padahal mereka sesungguhnya ditugaskan untuk melindungi mereka.

kejahatan yang telah berlangsung selama brtahun tahun tersebut dirahasiakan , hingga wartawan koran Guardian  mendorong pejabat militer untuk secara terbuka mengakui kejahatan mereka.

Seorang pekerja PBB membocorkan informasi tentang penyelidikan PBB kepada Pemerintah Perancis tahun lalu, kata seorang petugas kantor Sekjen PBB 

sejak akhir 2013 di Republik Afrika Tengah telah terjadi perang salib,  antara Kristen dan Muslim . Setidaknya 5.000 orang telah meregang nyawa dan sekitar 1 juta pengungsi   telah meninggalkan kongo.

Prancis mengirim pasukan pada akhir 2013 didukung oleh tentara PBB membentuk  tim penjaga perdamaian sebanyak 12.000 personel  pada bulan September tahun lalu.

Pada   2014,  Komisi Hak Asasi Manusia di ibukota kongo, Bangui, melakukan penyelidikan  atas "tuduhan  eksploitasi seksual terhadap anak oleh personil militer Perancis," kata  Sekjen PBB  .

Dugaan   tersebut sebelum pasukan PBB mengambil alih.   kasus ini telah diteruskan kepada pihak berwenang Perancis, kata seorang juru bicara  hak asasi manusia PBB di Jenewa, Rupert Colville.

Kasus tersebut hanya berhasil menguak Sekitar 16 tentara Prancis terhadap  10 anak , berusia antara 8 hingga 15 tahun, kata Paula Donovan , seorang aktivis AIDS-Free World.  Beberapa anak diberi makanan kecil dalam pertukaran seks, tambahnya. organisasinya saat ini sedang menyelidiki pelanggaran oleh pasukan penjaga perdamaian,  dan dia telah melihat dokumen internal PBB tentang penyelidikan kasus tersebut.

Dia mengatakan kepada The Associated Press bahwa para pejabat PBB mendengar kesaksian dari seorang anak ,5 Mei, diikuti oleh orang lain selama beberapa minggu sampai kesaksian terakhir 24 Juni. namun demikian , saat ini Tidak jelas di mana anak-anak korban perkosaan ataupun para pelaku.

Comments