Persiapkan Masa Depan Anak mu

Masa Depan Anak ,
setiap ayah yang baik pasti memikirkan dan membantu mempersiapkan masa depan anak. Ada berbagai upaya, tergantung karakteristik sang ayah / ibu. Diantaranya :

1. Mempersiapkan pendidikan yang terbaik untuk anak, hingga universitas tapi "hanya sebatas ini", diberi "modal" sepeda motor / mobil lalu disuruh cari kerja , padahal lapangan pekerjaan semakin sempit, bilapun dapat mungkin gaji atau jenis pekerjaan belum sesuai.

2. Membangun aset bisnis dan tabungan untuk anak, bila sang ayah seorang investor atau pebisnis. etnis china dan arab pada umumnya seperti ini.

3. Mempersiapkan pekerjaan untuk anak, bila ayah seorang pejabat di pemerintahan / kepolisian , dll

4. Mempersiapkan jodoh anak orangkaya, bila ayah seorang milyarder pasti lingkungan pergaulan juga dengan kalangan elit, mungkin terjadi perjodohan anak. Semisal anaknya pemilik charoen phokpan menikah dengan anaknya wings , tahun 2016. 

Mana diantara ke4 diatas yang sesuai dengan hati nurani dan cocok untuk anak tercinta ? Bila anak berotak cemerlang sanggup menempuh pendidikan dokter atau berprestasi akademik, ortu tentu tak perlu berfikir banyak mempersiapkan masadepan anak, tapi bila anak agak bodoh atau biasa biasa saja, maka sebaiknya mengikuti pola paradigma etnis china atau arab,

Apa yg sudah anda persiapkan untuk kebahagiaan anak , agar tenang menghadapi "brutalnya" kehidupan. kebahagiaan memang tidak bisa diukur dengan uang, tapi uang adalah sumber dari segala kebahagiaan, tidak setuju ? semisal detik ini saya memberimu uang cash Rp.200juta kamu bahagia atau tidak ? Tapi rejeki ya harus berkah, dari sumber yang halal dan tak lupa zakat / sodakoh.

Sang ayah mungkin tidak tahu , anak seringkali dipusingkan dengan masalah keuangan, karena gaji sebagai pegawai kontrak atau pns hanya pas pasan tapi kebutuhan hidup semakin mencekik. Pikiran berat mulai mempengaruhi kondisi fisik anak kita, usia 32 tapi tampak 10 tahun lebih tua, keriput dan kesehatan mulai terganggu. bilapun menyuruh anak bercerai dan mencari suami kaya ataupun menjadi simpanan pejabat tapi wajah anak tak lagi secantik dulu, tak ada pria kaya yg mau.

Menabung menjadi hal yang mustahil,  tak bisa menyisihkan uang untuk diberikan pada orangtua atau anak dan suami. apakah ini masa depan yang sudah atau akan terjadi pada anak anak kita ?








Comments