7 Dampak, Efek samping, Bahaya Dan Manfaat Donor Darah


Kegiatan donor darah Terdapat nilai ibadah yang sangat besar , karena sangat dibutuhkan bagi beberapa penderita penyakit kronis. Penderita gagal ginjal kronis dan Pasien anemia sangat membutuhkan transfusi darah secara berkala, setidak nya seminggu sekali atau sebulan sekali.Organisasi palang merah indonesia menyediakan fasilitas bagi pendonor darah dan menyediakan stok darah bagi yang membutuhkan, Gratis. Tapi bila stok persediaan darah terbatas maka kita dianjurkan mencari darah pengganti, semisal keluarga pasien yang membutuhkan darah harus mendonorkan darah nya sebagai ganti. 

Dampak negatif Donor Darah

terdapat se-abrek manfaat donor darah bagi pendonor selain dari sisi religius, Melancarkan peredaran darah, mempercepat regenerasi sel darah merah yang rusak dan banyak manfaat lainnya. tapi dibalik segudang manfaat nya terdapat pula sisi negatif nya.

Efek samping donor darah

Ada bebereapa jenis, tipe atau golongan orang yang tidak layak sebagai pendonor, karena dibutuhkan persyaratan kesehatan tertentu untuk bisa menjadi seorang pendonor agar tidak timbul efek samping atau masalah kesehatan di kemudian hari. Standart kelayakan ditentukan oleh badan kesehatan dunia WHO, seorang pendonor diwajibkan berusia 18 tahun hingga usia 65 tahun, berat badan ideal tidak kurang dari 50 kg, dan memiliki riwayat kesehatan yang layak. 

Bahaya donor darah

 bila kita telah memenuhi standart kesehatan dan kelayakan yang ditetap kan organisasi internasional , ada beberapa syarat tambahan lainnya yang wajib dipenuhi. Banyaknya syarat dan kurang nya peminat menjadi kan stok di bank darah nasional sangat terbatas. Ketersediaan stok yang terbatas, dan kerap kali kosong, Terkadang seorang pasien yang membutuhkan darah harus merogoh kocek dalam-dalam  untuk memberikan upah pada orang yang mau menyumbangkan darah nya. Bagi kita yang merasa layak sebaiknya lakukan donor darah, banyak penderita diluar sana yang membutuhkan darah kita, tapi harus memenuhi syarat sebagai berikut. 

Syarat Donor Darah

1. Tidak Sehat

Meskipun tidak memiliki riwayat penyakit kronis semisal hipertensi , diabetes, dan lainnya, tapi saat hari dilakukan donor darah kamu harus dalam kondisi prima dan sehat, tidak sedang sakit flu , batuk , masalah lambung, sembelit , gatal gatal, atau infeksi bakteri. Bila sedang tidak sehat sebaiknya jadwalkan di lain hari saja.

2. Tattoo, Tindikan, Jahitan operasi

Jangan melakukan tato atau tindik badan saat mendekati hari dilakukan donor darah. Tim kesehatan akan melarang kita melakukan donor darah selama 6 bulan sejak dilakukan tindikan di badan. Namun bila tindikan, suntikan, jahitan atau sayatan operasi dilakukan oleh tim ahli kesehatan resmi dan bengkak atau peradangan sudah membaik sempurna, boleh dilakukan  donor darah 12 jam setelahnya

3. Ibu Hamil

Seseorang dilarang menjadi pendonor darah saat sedang hamil, banyak hal yang dijadikan pertimbangan kesehatan, resiko dan masalah kesehatan dapat terjadi pada ibu hamil dan janin dalam kandungan. Perempuan yang sedang menyusui juga dilarang menjadi seorang pendonor darah. Jadi, kita tidak diperbolehkan mendonorkan darah 12 bulan setelah melahirkan, hingga bayi sudah bisa disapih dan bisa diberikan makanan pendamping asi. 

4. PMS - Penyakit Menular Kelamin

penyakit menular seksual dapat ditularkan melalui darah, semisal raja singa, sipilis dan gonore. bila calon pendonor sedang mengidap penyakit tersebut sebaiknya menunda niatnya hingga  1 tahun setelah dinyatakan sembuh total oleh dokter. Diperlukan treatment pengobatan hingga tuntas selama kurun waktu tertentu untuk menyembuhkan infeksi penyakit kelamin. PMI / Palang Merah Indonesia tidak mengijinkan orang yang gemar melakukan seks bebas dalam kurun 1 tahun untuk menjadi pendonor darah

5. HIV dan Hepatitis

Bagi calon pendonor darah yang pernah terdeteksi Hepatitis dan HIV,  tidak diperboleh kan mendonorkan darahnya seumur hidup, Dilarang secara permanen karena hingga kini tidak ada obat yang bisa tuntas menyembuhkan seseorang dari infeksi virus HIV dan hepatitis. 

6. Pemakai Nark*ba

Pengguna Obat obatan terlarang berjenis suntikan ataupun serbuk, tablet , hisap tidak diperboleh kan melakukan donor darah selamanya, seumur hidup, meskipun telah dinyatakan sembuh dari ketergantungan dan lulus dari program rehabilitasi , tetap tidak di ijinkan melakukan donor darah secara permanen.

7. Obat Kesehatan

Bila calon pendonor sedang dalam program kesehatan tertentu atau sedang mengkonsumsi obat obatan semisal antibiotik, obat kanker, obat anti depresan, obat diabetes atau pun pengencer darah maka dilarang dilakukan donordarah hingga selama 7 hari atau bahkan lebih dari 12 bulan

8. Kunjungan Ke Negara Lain

Setelah kunjungan atau rekreasi keluar negeri, semisal umrah , haji, atau traveling maka kita dilarang melakukan donor darah , karena dikawatirkan terpapar penyakit atau wabah dari negeri lain semisal cikungunya, ebola, demam berdarah, corona, covid19, malaria. Larangan waktu tergantung negara yang dikunjungi, bila kita pernah pergi ke negara negara afrika atau negara dengan data penyakit malaria yang mengkhawatirkan maka dilarang dilakukan donor darah hingga 12 bulan bahkan ada yang lebih dari 3 tahun.



Comments

Popular Posts