Bahaya Hipoksia Pada Janin

 


Ibu hamil sebaiknya waspada bila janin dalam rahim mengalami gejala hipoksia. Tak hanya manusia dewasa saja yang bisa mengalami hipoksia tapi bayi juga bisa mengalaminya. Oleh karena itu perlu waspada dengan melakukan pencegahan dan pengobatan yang tepat agar tidak terjadi hal yang serius dan dapat mengganggu tumbuh kembang bayi dalam rahim.

Hipoksia dapat terjadi pada janin di bulan ke 8 kehamilan atau saat persalinan. Sebelum kita bahas perihal gejala, pencegahan dan pengobatan , perlu kita pahami terlebih dahulu apa itu hipoksia, yakni keadaan atau kondisi saat jaringan tubuh kita kekurangan oksigen, ini dapat menimbulkan dampak berbahaya bagi tubuh kita karena berakibat pada kerusakan jaringan otak, liver dan organ penting lainnya dalam tubuh kita. 

Gejala Hipoksia saat Kehamilan, Pada Ibu Hamil dan Janin

1. Janin tidak aktif bergerak, atau jarang terjadi pergerakan

Saat menjelang HPL hari perkiraan lahir sangat umum muncul gejala hipoksia pada bayi, yakni suatu keadaan saat janin mendapatkan ruang yang sedikit didalam rahim untuk bergerak. Hal ini berakibat pergerakan bayi terhambat, dan jumlah gerakan per menit pun berkurang. , ini bisa kita jadikan indikasi Janin kurang mendapatkan asupan oksigen yang cukup

2. Denyut Jantung Menurun

Perlu kita pastikan , Bayi dalam keadaan sehat dan baik selama menjelang kelahiran atau persalinan, yakni menendang dan terasa denyut jantungnya, selalu diperhatikan dan dipantau setiap saat . Denyut jantung pada bayi normal adalah antara 110 - 150 setiap menitnya

3. Terdapat Kotoran Bayi dalam Rahim / air ketuban

Gejala hipoksia selanjutnya adalah munculnya fases janin di dalam rahim / air ketuban, atau biasa disebut, Mekonium. Tetapi keadaan ini bisa muncul saat bunda terlambat melakukan persalinan atau melebihi perkiraan HPL, sehingga dapat mempengaruhi air ketuban. Warna air ketuban cenderung bening agak sedikit ada warna pink, yellow, atau bahkan merah, akan tetapi bisa  terjadi perubahan warna menjadi keruh kecoklatan atau kehijauan jika tercampur dengan Feses Janin. Apabila hal ini terjadi maka bisa terjadi masalah pada pernafasan saat janin dilahirkan

Untuk mencegah terjadinya hipoksia perlu kita ketahui penyebabnya

1. Tekanan darah tinggi (Hipertensi) dan kurang darah (AnemiA) Pada Bunda

Bunda sebaiknya mengendalikan tekanan darah dengan rutin mengkonsumsi timun , yang secara medis memang terbukti secara efektif dapat menurunkan tekanan darah. dan Memperhatikan asupan gizi dan Zat besi , Asam Folat (sayuran , buah bit, buah naga berdaging merah) agar tidak terjadi anemia.

Bila terdapat riwayat penyakit hipertensi sebaiknya beli alat pengukur hipertensi agar tekanan darah selalu terkontrol, agar terkurangi resiko terjadi nya hipoksia pada janin sehingga dapat terjadi resiko terlahir dengan BB Berat badan yang tidak normal / Rendah

2. Tali Pusat yang Bermasalah

Fungsi tali pusat sangat penting bagi janin, yakni untuk memasok oksigen dan kebutuhan gizi janin yang berasal dari darah bunda. Masalah terjadi bila tali pusat melilit janin saat melahirkan, atau pun tertekan, ini bisa mengakibatkan janin kesulitan mendapatkan pasokan oksigen yang cukup .

3. Solusio Plasenta

Solusio plasenta merupakan kondisi saat plasenta terpisah dari dinding rahim , secara keseluruhan atau sebagian. ini dapat berakibat buruk bagi janin karena pasokan oksigen terhalang atau berkurang, resiko lainnya juga bisa berakibat fatal pada bunda, karena dapat mengakibatkan pendarahan berat.

4. Persalinan Terhambat (Distosia)

Distosia bisa terjadi karena berbagai sebab, Semisal adanya kelainan pada kanal kelahiran , seperti leher rahim yang sempit atau sulit dibuka atau pun pinggang yang sempit / pinggul kecil, Hal ini dapat berakibat buruk pada janin, denyut jantung bermasalah dan berkurangnya asupan oksigen karena tercekik

Tindakan Dokter Jika terjadi gejala hipoksia pada Bayi dalam rahim 

1. Setelah Persalinan , Bayi Segera Dilakukan perawatan terapi mesin ventilator, atau tabung oksigen

2. Segera Secepatnya dilakukan persalinan

3. Hentikan pemakaian obat obatan yang berakibat pada berkurangnya asupan oksigen pada janin

4. Saat berbaring miring ke sisi kiri untuk meringankan tekanan rahim di daerah vena utama, sehingga dapat melancarkan aliran darah ke janin.





Comments

Popular Posts