7 Obat keputihan pada ibu hamil


Wanita hamil sangat rentan terkena infeksi bakteri, karena daya tahan tubuh sedikit menurun selama masa kehamilan, perlu didukung nutrisi dan zat gizi yang tepat agar resiko terjadinya infeksi dapat dicegah. Infeksi pada area reproduksi umum terjadi pada ibu hamil, vaginosis bakterialis, termasuk jenis infeksi yang tidak terlalu berat, dan sering dianggap sepele oleh ibu hamil karena tidak menunjukkan gejala keluhan kesehatan yang serius, tapi bila dibiarkan berkelanjutan dapat berakibat komplikasi berbahaya bagi janin semisal terlahir premature dan air ketuban bocor atau bahkan pecah terlalu dini.

Ada beberapa penyebab penyakit infeksi bakteri pada ibu hamil, terjadi nya kelainan ataupun perubahan hormon ibu hamil terkadang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan pada jumlah bakteri baik dan bakteri buruk pada area reproduksi. Lactobacili, tergolong bakteri baik yang berperan mengendalikan jumlah bakteri buruk di dalam area reproduksi. Pada kondisi tertentu, jumlah bakteri baik dikalahkan oleh bakteri buruk, pada kasus ini berarti telah terjadi vaginosis bakterialis.

Munurunnya daya tahan tubuh, perubahan hormon, dan pola hidup menjadi penyebab utama bakteri buruk tumbuh subur di daerah reproduksi. Dapat dicegah dan diobati dengan merubah perilaku, pola makan, dan pola hidup. Beberapa factor utama yang menjadi penyebab penyakit vaginosis bakterialis atau infeksi bakteri vogina, diantaranya adalah :

1. Kerap membersihkan area reproduksi dengan produk kebersihan, zat zat kimia tertentu / douching

2. Berhubungan badan dengan banyak pasangan , tanpa alat pengaman

3. Sering mengkonsumsi obat antibiotic, secara berkala

4. Memakai produk perawatan kesehatan atau obat obatan pada area reproduksi

Keputihan bisa dijadikan indikasi terjadi nya infeksi bakteri pada area reproduksi, dan system saluran kencing, mulai dari ginjal, saluran ureter hingga vogina, meskipun umumnya tidak menunjukkan gejala ataupun keluhan tapi pada sebagian kasus dapat ditandai dengan beberapa keluhan kesehatan

1. Keputihan, berbau amis dan tidak sedap

2. Terasa gatal atau perih di area vogina

3. Terasa Nyeri sakit

4. Panas terbakar saat mengeluarkan air kencing

Terdapat beragam resiko bila tidak segera dilakukan pengobatan ataupun perawatan yang tepat, semisal infeksi pada Rahim setelah bersalin, berat badan bayi kurang, kelahiran prematur, air ketuban bocor atau pecah. Resiko lainnya , dapat mudah terpapar beragam bakteri virus berbahaya semisal HIV, klamidia, gonore .

Beberapa Obat dan upaya untuk mencegah terjadinya penyakit vaginosis bakterialis pada ibu hamil, diantaranya  adalah :

1. Setia pada satu pasangan saja

2. Menggunakan alat kontrosepsi bila hobi berganti ganti pasangan

3. Merawat kebersihan  organ kewanitaan dengan cara alami saja, cukup dengan air bersih hangat , bisa ditambah garam atau daun sirih. 

4. Saat cebok dahulukan vagino sebelum membasuh lubang anus

5. Kebersihan celana dalam, segera ganti bila sudah terlalu lembab, tapi tidak perlu menggunakan bedak untuk menjaga agar tidak terlalu lembab, hindari produk produk kesehatan kimia, karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit lembut bagian dalam vagino

6. Mencukur bulu kemaluan, agar saat kencing tidak terdapat sisa air kencing atau kotoran yang menempel pada area tersebut.

7. Makan makanan bergizi, tingkatkan daya tahan tubuh, hindari asap rokok, polusi udara, obat nyamuk, dan lakukan olahraga rutin semisal jalan santai di pagi hari atau cukup sekedar terpapar sinar matahari pagi. 

Segera kunjungi dokter bila menunjukkan gejala keluhan  yang tak kunjung membaik, agar segera dapat disembuhkan sebelum menimbulkan dampak serius. 


Comments

Popular Posts